Alasan Pilot Menambah Jam Terbangnya

Menjadi seorang pilot harus siap dengan sejuta konsekuensi, mulai dari mental sampai kesehatan tubuh yang harus diibaratkan layaknya baja. Pilot harus memiliki mental yang kuat karena pekerjaannya yang tidak sama seperti pegawai kantoran, di mana sering berpindah-pindah maskapai terutama untuk penerbangan transit. Jauh dari sanak saudara tentu menjadi resiko yang tidak dapat dihindari oleh profesi yang satu ini, bahkan termasuk di hari besar. Begitu pula untuk kesehatan tubuh, biasanya pilot kerap mengalami masalah yang serius terhadap kesehatan mereka akibat jam terbang yang secara tidak teratur, baik itu siang maupun di malam hari. Masalah kesehatan pilot yang sangat identik dengan jam terbang yang secara tidak teratur, hal ini pada dasarnya bukan serta merta merupakan peraturan yang dibebankan langsung oleh maskapai karena biasanya penambahan jam terbang juga menjadi target oleh pilot itu sendiri dengan beberapa alasan seperti di bawah ini:pilot tambah jam terbang

Memiliki peluang kerja yang besar

Dapat memperoleh peluang kerja yang lebih besar tidak hanya diutamakan bagi mereka (pada cadet) dalam menambah jam terbangnya dengan cara mengantongi lisensi, tetapi juga bagi para pilot yang sudah bekerja untuk dapat melamar ke maskapai penerbangan yang lain. Dengan adanya jam terbang yang tinggi, kemungkinan besar pilot akan lulus tes administrasi dan lanjut tes tahap berikutnya, entah itu TPA ataupun medex (tergantung dari peraturan airline). Perlu dicatat, semakin tinggi jam terbang yang telah diperoleh maka hal ini akan sangat memungkinkan bagi para pilot untuk lulus tes tahap awal. Artinya, dengan jam terbang yang tinggi pilot punya kesempatan dalam meniti karir menuju yang lebih baik.

Memperoleh gaji yang lebih tinggi

Salah satu cara pilot untuk meningkatkan penghasilannya adalah dengan menambah jam terbang. Inilah yang menjadi alasan mengapa para pilot kerap memprioritaskan jam terbang dalam setiap minggunya bahkan setiap hari agar jam terbang yang bisa diperoleh memenuhi target. Ingat, kian banyak pengalaman yang dimiliki oleh seorang pilot maka jasanya juga akan dinilai semakin tinggi. Tentu ini dapat memberi peluang untuk menanamkan kekayaan, baik dengan berinvestasi maupun berwirausaha dengan modal yang mampu diselisihkan dari gaji setiap bulannya.

Meningkatkan jabatan

Secara umum, gaji tergantung dari jabatan yang diduduki, begitu pula halnya dengan profesi pilot. Seperti jabatan sebagai captain pilot yang dinilai mencapai 70 juta rupiah, sedangkan first officer kurang lebih 40-45 juta rupiah. Untuk menjadi captain pilot itu sendiri harus sudah mengantongi jam terbang tertentu (yang ditentukan oleh airline tempat bekerja). Misalnya untuk jadi first officer jam terbang yang disayaratkan adalah hanya sebanyak 3000 jam, maka captain pilot ialah 5000 jam terbang. Namun, yang menjadi catatan dalam hal ini adalah ketika pilot berhasil mencapai jam terbang yang telah ditetapkan bukan berarti pilot sudah langsung naik jabatan, tapi harus dipromosikan oleh maskapai penerbangan terlebih dahulu dengan berbagai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sebelum melakukan penerbangan, seorang pilot memang terlebih dahulu mengecek kesehatan. Akan tetapi, hal ini tidak menjanjikan kesehatan pilot tetap baik-baik saja karena suhu di udara yang tidak stabil bisa saja membuat kesehatan menjadi menurun, terlebih untuk menerbangan di malam hari. Namun, demi mencapai target entah itu gaji ataupun jabatan tentunya pilot juga memprioritaskan kesehatan dengan baik seperti memenuhi nutrisi dan istirahat yang cukup.