Mempersiapkan Diri sebelum Melamar Kerja Pasca Lulus Sekolah Pilot

Melamar Kerja Pasca Lulus Sekolah PilotMasuk sekolah pilot terbilang menjanjikan karena pasca lulus berpotensi cepat dapat kerja mengingat profesi yang menerbangkan “burung besi” ini sangat dibutuhkan. Hal ini akibat dari pertambahan rute penerbangan oleh rata-rata maskapai penerbangan di Indonesia. Kendatipun demikian, lulusan sekolah pilot harus tetap melewati proses seleksi yang terbilang ketat dari maskapai penerbangan meski lulusan dari sekolah pilot terbaik sekalipun. Selain memang sudah prosedurnya, seleksi ini diharapkan dapat benar-benar menyaring pilot yang sesuai standar penerbangan Indonesia sehingga keselamatan penerbangan dapat terwujud. Makanya, potensi menganggur juga bisa dirasakan oleh lulusan sekolah pilot kalau nyatanya tidak berkualifikasi. Tidak ingin merasakan kekecewaan yang mendalam hingga membuat stres akibat menganggur pasca lulus sekolah pilot, bukan? Oleh sebab itu, persiapkan diri sebelum melamar kerja pasca lulus sekolah pilot.

Les privat bahasa Inggris 

Seberapa pentingnya bahasa Inggris bagi pilot? Bisa dibilang teramat penting. Seorang pilot tidak boleh loss contact dengan pihak ATC mulai dari take off hingga akan landing di bandara tujuan. Hal ini dikarenakan pihak ATC dapat memberikan arahan terbang bagi pilot sehingga tidak terjadi kecelakaan antar pesawat di udara. Pihak ATC juga yang membantu pilot menghadapi berbagai masalah saat terbang sehingga tidak mengancam keselamatan pilot sendiri, awak pesawat, atau penumpang dalam pesawat. Dalam komunikasinya, pilot harus menggunakan bahasa Inggris. Bertolak dari kondisi ini, les privat bahasa Inggris penting dilakukan sebelum melamar kerja. Carilah guru les yang punya jam terbang tinggi agar bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris hingga di atas standar. Kabarnya, rata-rata maskapai penerbangan mensyaratkan tes TOEFL dengan score 700.

Olahraga rutin

Kesehatan yang memburuk pasca lulus sekolah pilot juga bisa menjadi bumerang ketika melamar kerja. Maskapai penerbangan tentu tidak akan ambil resiko dengan merekrut pilot yang mengidap penyakit. Untuk itu, olahraga rutin penting dilakukan pasca lulus sekolah pilot sebelum mendaftar di maskapai penerbangan. Olahraga lebih dari sekedar meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dapat meminimalisir timbulnya penyakit, olahraga pula dapat menjaga berat badan ideal karena olahraga dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga proses pembakaran lemak lebih maksimal. Idealnya 3 kali dalam seminggu untuk berolahraga dengan durasi yang bisa ditingkatkan secara bertahap.

Tambah jam terbang   

Jam terbang sejatinya menunjukkan pengalaman dari seorang pilot. Tak heran kalau maskapai penerbangan mencari pelamar dengan jam terbang yang tinggi. Namun, jam terbang tersebut haruslah sesuai dengan kemampuan terbangnya saat dites. Untuk itu, ketahui dahulu berapa jam terbang yang ditawarkan pihak maskapai untuk pilotnya. Kalau dirasa belum memadai, tambah dahulu jam terbang dengan menambah lisensi penerbangan. Bisa juga dengan menjadi penerbang tanpa dibayar. Ketahuilah, jam terbang lebih dari sekedar syarat untuk masuk jadi pilot di sebuah maskapai penerbangan melainkan sebagai upaya untuk naik jabatan beriringan dengan naik gaji.

Ikuti endorsement

Memilih luar negeri untuk mendapatkan pendidikan & pelatihan penerbangan? Kalau pasca lulus ingin berkarir di Indonesia, tentunya harus mengikuti endorsement di salah satu sekolah pilot di Indonesia sebagai upaya penyetaraan lisensi. Endorsement ini layaknya kursus singkat karena dilakukan sekitar 2 sampai 4 bulan (tergantung dari sekolah pilot yang dipilih). Setelahnya, bakal ada tes yang harus diikuti untuk memastikan kalau kemampuan yang dimiliki telah sesuai dengan standar penerbangan Indonesia atau belum. Ingat, ada biaya untuk ikut endorsement ini. Kisarannya $5,000 bahkan lebih.

Urungkan Niat Jadi Pilot jika Mengidap 3 Penyakit Ini

Syarat Jadi PilotProfesi pilot dinilai prestisius di mata banyak orang. Pertama, penghasilan pilot tergolong dalam kategori tinggi. Kedua, pulau di Indonesia dan negara di dunia dikunjungi bagai tanpa jarak. Ketiga, pilot punya seragam yang memberikan kesan gagah saat memakainya. Atas dasar ini, hal yang wajar jika butuh pengorbanan yang besar untuk memiliki profesi sebagai pilot. Dana, bentuk pengorbanan yang harus dikeluarkan untuk bisa menjadi seorang pilot. Dana tersebut dipergunakan untuk mendapatkan pendidikan & pelatihan terbang sekaligus lisensi penerbangan di sekolah pilot. Sayangnya, dana yang dimiliki bakal percuma atau tidak mendukung untuk masuk sekolah penerbangan atau pilot jika memiliki 3 penyakit berikut:

Epilepsi

Epilepsi sering disebut dengan penyakit ayan. Lebih lanjut, epilepsi sendiri merupakan gangguan yang terjadi pada sistem saraf sehingga memicu reaksi pada tubuh seperti kejang-kejang. Epilepsi sendiri terjadi di segala usia mulai dari anak-anak hingga dewasa. Penyebab dari epilepsi sendiri sebagai berikut:

  • Rendahnya oksigen saat dilahirkan
  • Kepala pernah mengalami cedera
  • Kadar abnormal dari zat-zat dalam tubuh
  • Dan lain sebagainya

Faktanya, hingga kini belum ada upaya yang bisa menyembuhkan penyakit ini secara total. Namun, penderita epilepsi disarankan menghindari beberapa aktivitas berikut agar epilepsi tidak kambuh:

  • Tidak minum obat sesuai jadwal
  • Tidak bisa meninggalkan alkohol
  • Kurang tidur
  • Terlalu lelah

Akan sangat menghawatirkan jika seorang pilot mengidap penyakit epilepsi, bukan? Bagaimana jika tiba-tiba pilot mengalami kejang-kejang saat mengudara? Keselamatan penerbangan berpotensi tidak bakal dicapai. Kru pun akan kerepotan akan kondisi ini.

Buta warna

Mata menjadi organ tubuh yang sangat vital bagi seorang pilot. Oleh karena itu, ketika masuk sekolah pilot harus melewati cek mata untuk memastikan mata rabun atau tidak. Calon pilot yang memiliki mata rabun masih bisa ditolerir. Calon pilot bisa berpeluang sembuh dengan mengikuti operasi LASIK yang harganya tidaklah sedikit. Akan tetapi, jika calon pilot memiliki penyakit buta warna setelah dites ishihara, tidak ada kesempatan lagi untuknya menggapai cita-cita jadi pilot.

Semua instrumen dalam kokpit pesawat bukan hanya menggunakan bahasa Inggris, melainkan juga memiliki warna yang beragam. Apa yang terjadi jika pilot tidak bisa membedakan warna-warna tersebut? Pilot bisa saja memilih tombol yang salah. Alhasil, keselamatan dirinya, kru, hingga penumpang pesawat bakal terancam. Pesawat akan jatuh, resiko terburuk yang bakal diterima.

Sakit jantung

Kalau punya penyakit jantung, sebaiknya urungkan niat untuk jadi pilot. Di sekolah pilot, ada yang namanya tes ECG atau Elektrokardiogram. Tes ini akan menunjukkan apakah punya masalah pada jantung atau tidak. Jika denyut jantung berdetak tidak normal, membuktikan mengalami masalah pada jantung. Kalau sudah begitu, bisa dipastikan tidak ada peluang lagi untuk menjadi pilot. Masa pendidikan di sekolah pilot nyatanya identik dengan pendidikan semi militer.

Ditakutkan penyakit jantung bisa kumat ketika menghadapi pendidikan yang cukup menguras energi dan sarat akan kedisiplinan ini. Di samping itu, ditakutkan ketika menjadi pilot akan sangat membahayakan jika penyakit jantung kambuh ketika sedang mengudara. Bukan hanya nyawa pribadi yang bakal terancam karena lambatnya mendapat pertolongan medis, melainkan juga nyawa penumpang pun menjadi taruhannya jika pesawat tidak sempat dikendalikan oleh co-pilot.

Asumsi bahwa profesi pilot hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu saja, bisa dibilang tepat. Sebab, mereka yang menjadi pilot tidak hanya cerdas dalam bahasa Inggris, punya tubuh yang ideal, dan punya dana yang mumpuni untuk bisa sekolah pilot, melainkan harus memiliki kondisi kesehatan yang oke.