Ragam Kendala Bagi Kadet yang Tak Lagi Muda di Sekolah Pilot

kadetMenuntut ilmu tidak memandang jenis kelamin, usia, adat istiadat, dan agama. Ya, semua orang dari berbagai lapisan masyarakat berhak menuntut ilmu di berbagai sekolah, perguruan tinggi, dan universitas, termasuk sekolah pilot untuk meningkatkan wawasan dan menggapai cita-cita. Sayangnya, beberapa orang beranggapan bahwa orang yang sudah di berusia 30 tahunan tidak bisa lagi masuk ke sekolah pilot sehingga calon-calon kadet yang usianya tergolong tidak lagi muda berkecil hati dan mengurungkan niat mereka. Sebenarnya, hal ini tidaklah benar karena maskapai penerbangan masih mau mempekerjakan pilot yang usianya mencapai 33 tahun. Itu artinya masih ada kurang lebih 3 tahun untuk menuntut ilmu dan mempersiapkan diri untuk menjadi pilot di maskapai penerbangan.

Apakah Anda berusia 30 tahun dan berminat untuk sekolah di sekolah pilot? Jika iya, pastikan untuk mengetahui daftar sekolah pilot (penerbang) pilihan agar tak salah pilih sekolah. Pastikan juga bahwa Anda memilih sekolah penerbangan dengan durasi pendidikan 1 sampai 1,5 tahun saja agar Anda masih berpeluang untuk bekerja di airline. Oya, sebelum Anda benar-benar mendaftar dan menjadi kadet di sekolah pilot, ada baiknya untuk mengetahui apa saja kendala yang cepat atau lambat akan Anda hadapi selama menuntut ilmu di sana:

Komunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris

Dalam proses belajar dan pelatihan nantinya, bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa Inggris. Jika dulunya Anda sudah memiliki dasar kemampuan berbahasa Inggris yang cukup lumayan, masalah ini bisa terpecahkan seiring berjalannya waktu. Namun, apabila Anda adalah orang yang tidak menyukai bahasa ini, hal ini akan menjadi problematika tersendiri untuk Anda. Belajar adalah satu-satunya cara yang bisa Anda tempuh untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, masalahnya adalah kemampuan untuk mengingat dan memahami bahasa Inggris bukanlah hal yang mudah. Hal ini akan bertambah sulit dengan usia Anda yang sudah tidak lagi begitu muda. Meskipun terbilang sulit, tidak perlu khawatir karena selama Anda memiliki niat dan semangat untuk belajar, Anda pasti bisa. Sangat disarankan untuk mengambil kursus bahasa Inggris sebelum masuk sekolah pilot dan ketika menempuh ground school.

Oya, perlu Anda ketahui bahwa hubungan calon pilot dan bahasa Inggris sangatlah kuat karena bahasa ini akan dipakai selama Anda menerbangkan pesawat dan berkomunikasi dengan staf air traffic controller (ATC).

Adaptasi dengan kadet-kadet yang lebih muda

Perlu Anda ketahui bahwa kebanyakan peserta didik yang ada di flying school berusia di bawah 30 tahun. Itu artinya mereka jauh lebih muda dari pada Anda. Selama mengikuti proses belajar dan pelatihan, tentu saja mereka yang akan menjadi teman Anda. Untuk itu, Anda harus mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan mereka. Mungkin terbilang gampang tapi sadari bahwa Anda akan melihat perbedaan ide, fashion, budaya, dan lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Anda harus pandai bergaul dan mengetahui apa yang mereka suka dan tidak suka agar selama berada di sekolah pilot, Anda bisa mendapatkan ketenangan dan kenyamanan.

Kesehatan tubuh

Di usia 30 tahunan, kekebalan tubuh akan semakin berkurang. Apalagi jika Anda jarang sekali berolahraga dan tidak menerapkan gaya hidup sehat. Bisa-bisa Anda demam, pusing kepala, dan mengalami gangguan kesehatan lainnya selama tinggal di asrama. Oleh sebab itu, masalah kesehatan tubuh harus diperhatikan dan dijaga dengan baik. Agar tak mudah sakit, rajinlah berolahraga, minum air putih 8 gelas per hari, istirahat yang cukup, makan dan minum makanan dan minuman yang sehat, hindari rokok dan alkohol serta makanan siap saji. Bila perlu, konsumsi suplemen yang dapat menjaga dan meningkatkan sistem imun tubuh Anda.